kelimax

Saya suka salju.

Karena…karena..

*merapikan kerah baju*

Cerita ini bermula dari kejadian beberapa tahun silam. Sewaktu saya baru masuk SMA. Di sekolah itu setiap hari Jum’at diadakan mentoring agama. Saya pun ikut.

Untuk mengakrabkan suasana (kan baru kenal, namanya anak baru), mentor mengadakan games. Gamesnya sederhana, cuma lempar-lempar kertas. Tapi kami harus punya julukan masing-masing, yang nantinya waktu kertasnya dilempar, julukan si target harus disebut. Julukannya buat sendiri. Bebas.

Temen-temen saya dengan mudah menemukan julukan-satu benda yang bisa menjadi analogi mereka-tapi saya tidak :|

Saya ingat, ada yang cacing, babi, daun, sapi, dan lain-lain. Saya belum ketemu :|

Sampai semua sudah siap main dengan julukan mereka, saya masih bingung :|

Akhirnya teman saya memberi usul: salju.

Saya mengiyakan saja. Karena obsesi saya dari kecil kan mau main salju *hiks..impian masa kecil*

Setelah saya pikir-ini mikirnya aja makan waktu 3tahun lebih =))-salju itu memang mewakili karakter saya.

Saya dingin–tapi saya bisa memberi kehangatan loh om *plak*–nggak, saya memang dingin. Sedingin es. Nggak, sedingin darah pembunuh berdarah dingin.

Tapi saya lembut. Tutur kata dan budi bahasa saya lemah lembut dan gemulai. Sangat cocok untuk pekerjaan semacam: baby sitter, guru TK, dan perawat panti jompo.

Saya juga putih–hatinya maksud saya. Hati saya seputih salju. Masa kulitnya, saya mah belang kayak macan.

Saya–jah udahlah. Lama-lama kok menjurus ke arah pengagungan diri.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.